Halaman

Kamis, 08 Januari 2015

Apa itu Black Box

Saat terjadi kecelakaan pesawat terbang, selain sibuk mencari lokasi jatuhnya pesawat, menyelamatkan dan mengevakuasi korban, juga ada sesuatu lain selalu dicari-cari, apakah itu? Yah itulah “black box” atau kotak hitam. Apakah fungsi kotak hitam itu? mengapa benda itu termasuk yang amat dicari saat tejadi kecelakaan pesawat terbang?
Ide dasar dari pembuatan kotak hitam adalah bahwa perlu adanya informasi yang menjelaskan segala kegiatan yang terjadi selama pesawat sedang terbang. Informasi ini digunakan untukmengetahui apa penyebab sebuah pesawat mengalami kecelakaan misalnya.
Awalnya alat pencatat kegiatan pesawatdiciptakan oleh pencipta pesawat terbang yaitu oleh Wright Bersaudara pada tahun 1900-an, berupa alat pencatat putaran baling-baling. Selanjutnya 50 tahun kemudian barulah diciptakan kotak hitam pertama oleh Dr David Warren, Australia. Warren menggagas alat ini saat sebelumnya terjadi kecelakaan pesawat jet pertama De Havilland Comet DH-106, yang sama sekali tidak diketahui penyebabnya.
Dalam perkembangannya, black box ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu FDR (Flight Data Recorder– perekam data penerbangan) dan CVR (cockpit Voice Recorder– perekam suara di kokpit)
masing-masing dapat merekam hingga 700 parameter penerbangan seperti waktu terbang, tekanan udara, ketinggian, kecepatan angin, keseimbangan horizontal, arah kompas, dan sebagainya. Juga dapat merekam hingga 25 jam pembicaraan terakhir pilot.
Alat ini disimpan di bagian ekor pesawat, tempat yang diduga paling “aman” jika pesawat mengalami kecelakaan. Dan alat ini “dibungkus” dalam sebiah kotak yang disebut CSMU (Crash-survivable memory unit), yang berlapis-lapis masing-masin aluminium tipis, silika, dan baja tahan karat atau juga titanium, yang amat kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi ekstrim, seperti tahan terhadap suhu 1.100 derajat celcius selama 1 jam, bertahan dalam air laut selama 30 hari, tahan terhadap bahan kimia, dan jugatahan benturan yang kuat hingga 3.400 G (manusia akan pingsan jika mengalami tekanan 5 G selama lima detik)
Kotak hitam juga dilengkapi dengan ULB(Underwater Locator Beacon), yang akan mengeluarkan “sinyal” suara ultrasonik setelah terjadi “kecelakaan” selama 30 hari (dengan harapan akan lebih mudah diketahui posisi jatuhnya pesawat)
Tentu kamu akan bertanya, jika FDR dan CVR akan “aman” berada di dalam kotak hitam tadi, lalu mengapa pesawat terbang tidak dibuat dari bahan yang sama, sehingga bisa melindungi penumpangnya? well, tentu saja pesawat akan lebih kuat tetapi sekaligus berat dan tidak bisa terbang dong ya??
Saat kecelakaan terjadi dan kotak hitam ditemukan, maka kotak itu segera di kirim ke organisasi yang netral (bukan bagian dari perusahaan pesawat yang terkena musibah) dan dilakukan “pembacaan” dan analisa. Pembacaan dan analisa yang mendalam membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan lebih lama lagi. Untuk membaca tidak memerlukan waktu lama, tinggal menghubungkan unit kotak hitam tadi ke alat pembaca. Namun yang lama adalah analisa nya, karena membutuhkan berbagai pendapat ahli mulai dari ahli penerbangan, mesin, dan juga ahli kesehatan dan kejiwaan sang pilot.
Oh, ya kotak hitam ini sebenarnya tidak berwarna hitam lho, namun berwarnaoranye. Barangkali karena ditemukan “hangus” dan menjadi hitam, maka dikenal dengan nama kotak hitam atau black box. Do you know that?

Arti Dari Lagu The Scientist

Scientist | Coldplay

Come up to meet you, tell you I'm sorry
Datang temuimu, ungkapkan sesalku
You don't know how lovely you are
Kau tak tahu betapa cantiknya dirimu

I had to find you
Harus kutemukan dirimu
Tell you I need you
Katakan padamu aku membutuhkanmu
Tell you I set you apart
Katakan padamu aku memilihmu

Tell me your secrets
Katakanlah rahasiamu
And ask me your questions
Dan ajukanlah pertanyaanmu
Oh, let's go back to the start
Oh, ayo mulai dari awal lagi


Running in circles
Berlari dalam lingkaran
Coming up tails
Mengejar ekor
Heads on a science apart
Kepala terpisah dalam ilmu pengetahuan

Nobody said it was easy
Tak ada yang bilang ini mudah
It's such a shame for us to part
Sungguh memalukan jika kita berpisah
Nobody said it was easy
Tak ada yang bilang ini mudah
No one ever said it would be this hard
Tak ada yang bilang ini akan sesulit ini

Oh, take me back to the start
Oh, bawa aku ke awal lagi

I was just guessing
Aku hanya menerka-nerka
At numbers and figures
Jumlah dan angka
Pulling the puzzles apart
Memecah belah teka-taki

Questions of science
Pertanyaan ilmu pengetahuan
Science and progress
Ilmu pengetahuan dan kemajuan
Do not speak as loud as my heart
Tak sekeras suara hatiku

Tell me you love me
Katakan kau mencintaiku
Come back and haunt me
Kembalilah dan hantui aku
Oh, and I rush to the start
Oh, dan aku bergegas ke awal lagi

Running in circles
Berlari di lingkaran

Chasing our tails
Mengejar ekor kita
Coming back as we are
Kembali sebagai diri kita

Nobody said it was easy
Tak ada yang bilang ini mudah
It's such a shame for us to part
Sungguh memalukan jika kita berpisah
Nobody said it was easy
Tak ada yang bilang ini mudah
No one ever said it would be so hard
Tak ada yang bilang ini akan begitu sulit 

I'm going back to the start
Aku kembali ke awal

PENGARUH SITUASI TERHADAP POLA PERILAKU KONSUMEN

FAKULTAS MANAJEMEN EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014

kATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah, rahmat dan hidayah yang
dilimpahkan-Nya, kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah yang berjudul : 
“PENGARUH SITUASI TERHADAP PERILAKU KONSUMEN”
Makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat dalam melaksanakan tugas Pengantar Ekonomi koperasi, Jurusan Manajemen Jenjang S1 pada Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
Dengan segala keterbatasan, kami sepenuhnya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dalam pembahasan maupun tata bahasanya atau cara penulisannya. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati kiranya koreksi dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak khususnya para pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah ini.
Makalah  ini ditulis dan diselesaikan penulis atas bantuan dan dukungan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan Terima kasih 


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmusosial, individu juga berarti bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Pengaruh personal atau individu merupakan factor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang berasal dari factor pada diri si konsumen, yang diantaranya :
·         Usia dan tahap daur hidup
Orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang kehidupan mereka. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan usia. Pembelian dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga. Sehingga pemasar hendaknya memperhatikan perubahan minat pembelian yang terjadi yang berhubungan dengan daur hidup manusia.
·         Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Dengan demikian pemasar dapat mengidentifikasi kelompok yang berhubungan dengan jabatan yang mempunyai minat di atas rata-rata terhadap produk mereka.
·         Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi sangat mempengaruhi pilihan produk. Pemasar yang produknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan dan tingkat bunga. Jadi jika indicator-indikator ekonomi tersebut menunjukkan adanya reses, pemasar dapat mencari jalan untuk menetapkan posisi produknya.
·         Gaya Hidup
Orang yang berasal dari subkultur, kelas social dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yangberbeda. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila gigunakan oleh pemasar secara cermat, dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.
·         Kepribadian dan Konsep Diri
Tiap orang mempunyai kepribadian yang khas dan ini akan mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik yang menimbulkan tanggapan relative konstan terhadap lingkungannya sendiri. Kepribadian sangat bermanfaat untuk menganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merk, atau pemasar juga dapat menggunakan konsep diri atau citra diri seseorang. Untuk memahami perilaku konsumen, pemasar dapat melihat pada hubungan antara konsep diri dan harta milik konsumen. Konsep ini telah berbaur dalam tanggapan konsumen terhadap citra mereka.
Perilaku Konsumen adalah perilaku dari konsumen dari mulai mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi serta mengganti produk barang dan jasa yang sesuai harapan dan dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
Ada dua wujud konsumen yaitu :
1.      Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.
2.      Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
A. Faktor eksternal adalah merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi akan mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.
B. Faktor internal adalah merupakan faktor yang termasuk adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.
1.2  Tujuan
·         Mengetahui pengaruh pribadi dalam keputusan pembelian produk.
·         Mengetahui variasi antara pengaruh pribadi pada pilihan produk dan merk produk.

BAB 2
PEMBAHASAN
1. Untuk produk yang mana dari produk-produk berikut ini anda akan mengharapkan pengaruh pribadi sebagai factor dalam keputusan pembelian? Minuman ringan, oli motor, sabun pembersih muka, cat rumah, karpet, mesin cuci, handphone, dan kamera digital. Apa alasan anda untuk masing-masing kasus!
Produk yang mengharapkan pengaruh pribadi diantaranya yaitu :
·         Oli motor karena merk biasanya akan cenderung mengikuti perkataan orang yang tau mengenai oli. Misalnya saja montir di bengkel, yang memang lebih tau oli mana yang bagus untuk merk motor tertentu. Penggunaan oleh teman juga biasanya menjadi faktor pendorong.
·         Cat rumah karena  biasanya dalam membeli cat rumah konsumen akan dipengaruhi oleh pendapat orang lain. Individu cenderung akan bertanya pendapat orang lain mengenai cat warna dan merk apa yang bagus.
·         Mesin cuci karena mesin cuci merupakan barang elektronik yang cukup mahal sehingga konsumen selektiv dalam pemilihan merk mesin cuci. Banyak pengaruh individu untuk memutuskan merk apa yang akan dibeli oleh konsumen karena kualitas sangat berpengaruh terhadap penentuan pembelian.
·         Handphone karena handphone merupakan produk yang memiliki banyak tipe dan tentunya masing masing orang memiliki tipe kesukaannya masing-masing. Namun beberapa konsumen biasnya membeli handphone yang memang sedang banyak digunakan oleh orang, misalnya jenis handphone apa yang banyak digunakan oleh teman bermain, rekan kerja, keluarga. Hal ini tentu akan menjadi pengaruh suatu individu dalam memutuskan handphone apa yang akan dibeli. Begitupun dengan merk, biasanya merk tertentu juga menjadi acuan bagi individu, seperti merk apa yang sedang banyak dibeli oleh orang disekitar individu itu sendri.
·         Kamera digital karena memang kebanyakan membeli karena memang atas sugesti seseorang terhadap suatu merk tersebut. Bisa dari teman dekat, keluarga, atau mungkin dari penjual. Jadi berdasarkan informasi yang konsumen dapat dari orang-orang mengenai keunggulan produk tersebut, atau memang banyak dari orang disekitar konsumen yang memakai produk tersebut membuat konsumen percaya bahwa produk itu memang bagus dan akahirnya membelinya.
·         Minuman ringan dan sabun pembersih muka dan karpet tidak termasuk, karena produk-produk tersebut merupakan produk yang dapat dirasakan manfaatnya secara pribadi langsung. Jadi sesuai dengan apa yang dirasakan oleh individu masing-masing. Untuk minuman jika memang individu nya tidak menyukai, maka individu cenderung akan membeli produk yang lain. Meskipun teman atau keluarga menyukain minuman tersebut. Begitu juga dengan pembersih muka, jika pembersih muka cocok bagi konsumen maka konsumen akan membeli tanpa pertimbangan apakah orang terdekatnya beli merk tersebut atau tidak. Begitupun jika ternyata pembersih muka tersebut tidak cocok dan malah berddampak negatif bagi individu itu sendiri, maka konsumen akan langsung memberhentikan pemakaian dan memilih produk lain walaupun orang sekitarnya banyak yang memakai produk tersebut. Begitupun dengan karpet, individu dalam pembelian karpet cenderung lebih mengikuti selera pribadi individu itu sediri bukan saran dari orang lain.
2. Untuk masing- masing produk yang didaftar di dalam pertanyaan 1. Apakah anda merasa bahwa mungkin ada variasi antara pengaruh pribadi pada pilihan produk dan pada nama merek? Jelaskan!
a) Minuman Ringan
Pembelian minuman ringan biasanya didasarkan pada produk dan merek. Ada sebagian individu yang membeli produk minuman ringan tertentu karena merek minuman ringannya yang sudah terkenal, misalnya Aqua. Banyak dari konsumen yang akan membeli air mineral bilang membeli Aqua, padahal produk yang diberikan oleh penjual belum tentu produk Aqua.
Contoh lain adalah untuk minuman ringan teh botol, orang orang akan cenderung lebih memilih Frestea dari pada es tea. Hal ini memang Frestea lebih berkualitas dari pada es tea.



b) Oli Motor
Pembelian oli motor pada umumnya dipengaruhi oleh merek oli motor tertentu (brand oriented) yang telah banyak digunakan oleh konsumen otomotif.
Contohnya merek oli motor “Top 1”, banyak individu yang yakin akan merek Top 1 karena iklannya yang berhasil memposisikan merek tersebut dikenal oleh banyak masyarakat. Selain itu dengan banyaknya pengguna oli tersebut dan konsumen juga merasa puas sehingga lebih memilih untuk menjadi pengguna setia Oli ini.




c) Sabun Pembersih Muka
Pembelian sabun pembersih muka tergantung kepada individu itu sendiri, dan cenderung tidah berpengaruh dari orang lain. Hal ini karena produk pembersih muka langsung dilaksanakan manfaatnya oleh konsumen itu sendiri. jika konsumen merasa puas dan cocok di kulit maka konsumen akan terus memakai produk tersebut begitupun sebaliknya tanpa memperhatikan apakan itu produk terkenal atau tidak.


d) Cat Rumah
Keputusan pembelian cat rumah biasanya dipengaruhi berdasarkan merek cat rumah yang ada  di pasaran. Contohnya saja merek cat Nipon Paint, kebanyakan individu akan lebih memilih cat bermerek Nipon Paint yang telah komersil di pasaran daripada cat dengan merek lain yang kurang terkenal.








e) Karpet
Keputusan pembelian karpet dapat dikaitkan dengan status dan kelas sosial. Hal ini menunjukkan bahwa untuk kalangan menengah ke atas, keputusan pembelian produk karpet didasarkan pada produk dan merek . Beda halnya dengan individu kalangan bawah, individu ini pada umumnya kurang memperhatikan merek. Individu tersebut lebih memperhatikan produk dan harga produk yang ditawarkan


f) Mesin Cuci
Keputusan pembelian mesin cuci didasarkan pada merek tertentu yang terkenal. Contohnya mesin cuci dengan merek Panasonic. Banyak individu yang hanya dengan melihat merek saja mereka akan langsung membeli karena percaya bahwa kualitas yang ditawarkan pun akan sesuai dengan popularitas merek mesin cuci yang terkenal di pasaran

g) Handphone
Keputusan pembelian handphone akan didasarkan pada merek yang sedang tren atau terkenal di pasaran. Contohnya handphone merek SONY dengan Android yang ditawarkan saat ini sedang menjadi tren dan digemari oleh masyarakat.



h) Kamera Digital
pada umumnya keputusan pembelian kamera digital sama juga didasarkan pada merek yang sudah terkenal di pasaran dan berdasarkan spesifikasi produk kamera digital yang ditawarkan. Di pasar kamera digital, diketahui bahwa Sony, Nikon dan Canon lah yang merupakan merek terkenal untuk produk kamera digital. Hal ini tentunya akan mempengaruhi individu dalam menentukan merek kamera digital mana yang akan dibeli.


BAB III
PENUTUP dan KESIMPULAN

Keputusan pembelian konsumen juga dipengaruhi oleh pengaruh pribadi atau pengaruh dari individu lain. Individu lain yang dimaksud adalah teman dekat, keluarga, pacar atau yang lain. Hal ini bisa menjadi pengaruh besar yang mendorong konsumen untuk membeli suatu produk. Selain itu, merk dari suatu produk juga mempengaruhi. Misalnya saja untuk produk handphone, dalam pembelian handphone konsumen pasti mendapatkan pengaruh dari orang lain. Selain itu merk juga pasti mempengaruhi pembelian produk yang dilakukan oleh konsumen

Reverensi
http://sheilynurfajriah.blogspot.com/2013/01/pengaruh-individu-terhadap-perilaku.html


PENGARUH SITUASI TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

FAKULTAS MANAJEMEN EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014

kATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah, rahmat dan hidayah yang
dilimpahkan-Nya, kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah yang berjudul : 
“PENGARUH SITUASI TERHADAP PERILAKU KONSUMEN”
Makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat dalam melaksanakan tugas Pengantar Ekonomi koperasi, Jurusan Manajemen Jenjang S1 pada Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.
Dengan segala keterbatasan, kami sepenuhnya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dalam pembahasan maupun tata bahasanya atau cara penulisannya. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati kiranya koreksi dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak khususnya para pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah ini.
Makalah  ini ditulis dan diselesaikan penulis atas bantuan dan dukungan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan Terima kasih kepada :
1.    Tomy Adi Sumarso , SE selaku dosen dalam mata kuliah Perilaku Konsumen di Universitas Gunadarma.
2.    Ibunda dan ayahhanda tercinta yang telah mendukung kami dalam berbagai hal, baik materi, do’a serta fikirannya.
Akhir kata kami  mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

                                                                                                               







BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmusosial, individu juga berarti bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisahkan lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Pengaruh personal atau individu merupakan factor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang berasal dari factor pada diri si konsumen, yang diantaranya :
·         Usia dan tahap daur hidup
Orang akan mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang kehidupan mereka. Kebutuhan dan selera seseorang akan berubah sesuai dengan usia. Pembelian dibentuk oleh tahap daur hidup keluarga. Sehingga pemasar hendaknya memperhatikan perubahan minat pembelian yang terjadi yang berhubungan dengan daur hidup manusia.
·         Pekerjaan
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Dengan demikian pemasar dapat mengidentifikasi kelompok yang berhubungan dengan jabatan yang mempunyai minat di atas rata-rata terhadap produk mereka.
·         Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi sangat mempengaruhi pilihan produk. Pemasar yang produknya peka terhadap pendapatan dapat dengan seksama memperhatikan kecenderungan dalam pendapatan pribadi, tabungan dan tingkat bunga. Jadi jika indicator-indikator ekonomi tersebut menunjukkan adanya reses, pemasar dapat mencari jalan untuk menetapkan posisi produknya.
·         Gaya Hidup
Orang yang berasal dari subkultur, kelas social dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yangberbeda. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yang bersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila gigunakan oleh pemasar secara cermat, dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.
·         Kepribadian dan Konsep Diri
Tiap orang mempunyai kepribadian yang khas dan ini akan mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian mengacu pada karakteristik psikologis yang unik yang menimbulkan tanggapan relative konstan terhadap lingkungannya sendiri. Kepribadian sangat bermanfaat untuk menganalisis perilaku konsumen bagi beberapa pilihan produk atau merk, atau pemasar juga dapat menggunakan konsep diri atau citra diri seseorang. Untuk memahami perilaku konsumen, pemasar dapat melihat pada hubungan antara konsep diri dan harta milik konsumen. Konsep ini telah berbaur dalam tanggapan konsumen terhadap citra mereka.
Perilaku Konsumen adalah perilaku dari konsumen dari mulai mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi serta mengganti produk barang dan jasa yang sesuai harapan dan dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
Ada dua wujud konsumen yaitu :
1.      Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.
2.      Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
A. Faktor eksternal adalah merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi akan mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.
B. Faktor internal adalah merupakan faktor yang termasuk adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.
1.2  Tujuan
·         Mengetahui pengaruh pribadi dalam keputusan pembelian produk.
·         Mengetahui variasi antara pengaruh pribadi pada pilihan produk dan merk produk.

BAB 2
PEMBAHASAN
1. Untuk produk yang mana dari produk-produk berikut ini anda akan mengharapkan pengaruh pribadi sebagai factor dalam keputusan pembelian? Minuman ringan, oli motor, sabun pembersih muka, cat rumah, karpet, mesin cuci, handphone, dan kamera digital. Apa alasan anda untuk masing-masing kasus!
Produk yang mengharapkan pengaruh pribadi diantaranya yaitu :
·         Oli motor karena merk biasanya akan cenderung mengikuti perkataan orang yang tau mengenai oli. Misalnya saja montir di bengkel, yang memang lebih tau oli mana yang bagus untuk merk motor tertentu. Penggunaan oleh teman juga biasanya menjadi faktor pendorong.
·         Cat rumah karena  biasanya dalam membeli cat rumah konsumen akan dipengaruhi oleh pendapat orang lain. Individu cenderung akan bertanya pendapat orang lain mengenai cat warna dan merk apa yang bagus.
·         Mesin cuci karena mesin cuci merupakan barang elektronik yang cukup mahal sehingga konsumen selektiv dalam pemilihan merk mesin cuci. Banyak pengaruh individu untuk memutuskan merk apa yang akan dibeli oleh konsumen karena kualitas sangat berpengaruh terhadap penentuan pembelian.
·         Handphone karena handphone merupakan produk yang memiliki banyak tipe dan tentunya masing masing orang memiliki tipe kesukaannya masing-masing. Namun beberapa konsumen biasnya membeli handphone yang memang sedang banyak digunakan oleh orang, misalnya jenis handphone apa yang banyak digunakan oleh teman bermain, rekan kerja, keluarga. Hal ini tentu akan menjadi pengaruh suatu individu dalam memutuskan handphone apa yang akan dibeli. Begitupun dengan merk, biasanya merk tertentu juga menjadi acuan bagi individu, seperti merk apa yang sedang banyak dibeli oleh orang disekitar individu itu sendri.
·         Kamera digital karena memang kebanyakan membeli karena memang atas sugesti seseorang terhadap suatu merk tersebut. Bisa dari teman dekat, keluarga, atau mungkin dari penjual. Jadi berdasarkan informasi yang konsumen dapat dari orang-orang mengenai keunggulan produk tersebut, atau memang banyak dari orang disekitar konsumen yang memakai produk tersebut membuat konsumen percaya bahwa produk itu memang bagus dan akahirnya membelinya.
·         Minuman ringan dan sabun pembersih muka dan karpet tidak termasuk, karena produk-produk tersebut merupakan produk yang dapat dirasakan manfaatnya secara pribadi langsung. Jadi sesuai dengan apa yang dirasakan oleh individu masing-masing. Untuk minuman jika memang individu nya tidak menyukai, maka individu cenderung akan membeli produk yang lain. Meskipun teman atau keluarga menyukain minuman tersebut. Begitu juga dengan pembersih muka, jika pembersih muka cocok bagi konsumen maka konsumen akan membeli tanpa pertimbangan apakah orang terdekatnya beli merk tersebut atau tidak. Begitupun jika ternyata pembersih muka tersebut tidak cocok dan malah berddampak negatif bagi individu itu sendiri, maka konsumen akan langsung memberhentikan pemakaian dan memilih produk lain walaupun orang sekitarnya banyak yang memakai produk tersebut. Begitupun dengan karpet, individu dalam pembelian karpet cenderung lebih mengikuti selera pribadi individu itu sediri bukan saran dari orang lain.
2. Untuk masing- masing produk yang didaftar di dalam pertanyaan 1. Apakah anda merasa bahwa mungkin ada variasi antara pengaruh pribadi pada pilihan produk dan pada nama merek? Jelaskan!
a) Minuman Ringan
Pembelian minuman ringan biasanya didasarkan pada produk dan merek. Ada sebagian individu yang membeli produk minuman ringan tertentu karena merek minuman ringannya yang sudah terkenal, misalnya Aqua. Banyak dari konsumen yang akan membeli air mineral bilang membeli Aqua, padahal produk yang diberikan oleh penjual belum tentu produk Aqua.
Contoh lain adalah untuk minuman ringan teh botol, orang orang akan cenderung lebih memilih Frestea dari pada es tea. Hal ini memang Frestea lebih berkualitas dari pada es tea.



b) Oli Motor
Pembelian oli motor pada umumnya dipengaruhi oleh merek oli motor tertentu (brand oriented) yang telah banyak digunakan oleh konsumen otomotif.
Contohnya merek oli motor “Top 1”, banyak individu yang yakin akan merek Top 1 karena iklannya yang berhasil memposisikan merek tersebut dikenal oleh banyak masyarakat. Selain itu dengan banyaknya pengguna oli tersebut dan konsumen juga merasa puas sehingga lebih memilih untuk menjadi pengguna setia Oli ini.




c) Sabun Pembersih Muka
Pembelian sabun pembersih muka tergantung kepada individu itu sendiri, dan cenderung tidah berpengaruh dari orang lain. Hal ini karena produk pembersih muka langsung dilaksanakan manfaatnya oleh konsumen itu sendiri. jika konsumen merasa puas dan cocok di kulit maka konsumen akan terus memakai produk tersebut begitupun sebaliknya tanpa memperhatikan apakan itu produk terkenal atau tidak.


d) Cat Rumah
Keputusan pembelian cat rumah biasanya dipengaruhi berdasarkan merek cat rumah yang ada  di pasaran. Contohnya saja merek cat Nipon Paint, kebanyakan individu akan lebih memilih cat bermerek Nipon Paint yang telah komersil di pasaran daripada cat dengan merek lain yang kurang terkenal.








e) Karpet
Keputusan pembelian karpet dapat dikaitkan dengan status dan kelas sosial. Hal ini menunjukkan bahwa untuk kalangan menengah ke atas, keputusan pembelian produk karpet didasarkan pada produk dan merek . Beda halnya dengan individu kalangan bawah, individu ini pada umumnya kurang memperhatikan merek. Individu tersebut lebih memperhatikan produk dan harga produk yang ditawarkan


f) Mesin Cuci
Keputusan pembelian mesin cuci didasarkan pada merek tertentu yang terkenal. Contohnya mesin cuci dengan merek Panasonic. Banyak individu yang hanya dengan melihat merek saja mereka akan langsung membeli karena percaya bahwa kualitas yang ditawarkan pun akan sesuai dengan popularitas merek mesin cuci yang terkenal di pasaran

g) Handphone
Keputusan pembelian handphone akan didasarkan pada merek yang sedang tren atau terkenal di pasaran. Contohnya handphone merek SONY dengan Android yang ditawarkan saat ini sedang menjadi tren dan digemari oleh masyarakat.



h) Kamera Digital
pada umumnya keputusan pembelian kamera digital sama juga didasarkan pada merek yang sudah terkenal di pasaran dan berdasarkan spesifikasi produk kamera digital yang ditawarkan. Di pasar kamera digital, diketahui bahwa Sony, Nikon dan Canon lah yang merupakan merek terkenal untuk produk kamera digital. Hal ini tentunya akan mempengaruhi individu dalam menentukan merek kamera digital mana yang akan dibeli.


BAB III
PENUTUP dan KESIMPULAN

Keputusan pembelian konsumen juga dipengaruhi oleh pengaruh pribadi atau pengaruh dari individu lain. Individu lain yang dimaksud adalah teman dekat, keluarga, pacar atau yang lain. Hal ini bisa menjadi pengaruh besar yang mendorong konsumen untuk membeli suatu produk. Selain itu, merk dari suatu produk juga mempengaruhi. Misalnya saja untuk produk handphone, dalam pembelian handphone konsumen pasti mendapatkan pengaruh dari orang lain. Selain itu merk juga pasti mempengaruhi pembelian produk yang dilakukan oleh konsumen

Reverensi
http://sheilynurfajriah.blogspot.com/2013/01/pengaruh-individu-terhadap-perilaku.html


Makalah tentang Konsep Diri Kepribadian

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dalam mempelajari psikologi tidak lepas dari mempelajari tentang jiwa, kepribadian seseorang dalam setiap perbuatan tingkah laku dalam kesehariannya.
Khusus dalam mempelajari kepribadian seseorang tidak hanya dapat dilihat dari tampak luarnya saja, karena sering kali apa yang terlihat dari luar tidak sama dengan kenyataan yang terjadi, yang dialami seseorang, semua yang tampak dari luar hanyalah sebagai topeng saja.
Untuk itu dalam makalah ini penulis menguraikan sedikit tentang kepribadian. Semoga bermanfaat.

Rumusan Masalah
Apa pengertian dari kepribadian ?
Faktor apa saja yang mempengaruhi kepribadian ?
Bagaimana pola kepribadian seseorang ?
Jelaskan struktur dari kepribadian ?

Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pengertian dari kepribadian
Untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dari kepribadian
Untuk mengetahui pola kepribadian dari seseorang.
Untuk mengetahui struktur dari kepribadian.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Kepribadian
Istilah kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “ Personality “. Secara etimologis, kata personality berasal dari bahasa latin “ persona “ yang berarti topeng.
Dalam kehidupan sehari-hari, kata kepribadian digunakan untuk menggambarkan:
Identitas diri, jati diri seseorang
Kesan umum seseorang tentang diri sendiri atau orang lain
fungsi-fungsi kepribadian yang sehat atau bermasalah.

Pengertian kepribadian menurut para ahli :
Hall dan Lindzey, mengatakan bahwa kepribadian diartikan sebagai :
Ketrampilan atau kecakapan sosial ( Social skill )
Kesan yang paling menonjol, yang dilanjutkan seseorang terhadap orang lain.
Woodworth, mengemukakan bahwa kepribadian merupakan “ kualitas tingkah laku total individu “
Dashiell, mengartikan sebagai “ gambaran total tentang tingkah laku individu yang terorganisasi “
Darlega, Winstead dan Jones ( 2005 ) mengartikannya sebagai “ Sistem yang relative stabil mengenai karakteristik individu yang bersifat internal, yang berkontribusi terhadap pikiran, perasaan dan tingkah laku yang konsisten.
Allport mengemukakan lima tipe definisi kepribadian sebagai berikut :
Rag-Bag ( Omnibus ), yang merumuskan kepribadian dengan cara numerasi ( menjumlahkan ). Contohnya definisi dari Morton Prince, yaitu “ Kepribadian merupakan sejumlah disposisi ( kecenderungan ) biologis, implus-implus dan instink-instink bawaan.
Integratif dan konfiguratif yang menekankan kepada organisasi cirri-ciri diri.
Hirachis sama dengan pendapat William James, yaitu kepribadian itu dinyatakan dalam empat pribadi ( selves ) : Material self, social self, spiritual self dan pure ego atau self elf self.
Adjustment seperti definisi dari kempfis yaitu sebagai “ integrasi “ dari sistem kebiasaan individu dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.
Distinctiveness ( uniqueness ) seperti yang dikemukakan oleh Shoen, yaitu “Sistem disposisi dari kebiasaan yang membedakan antara individu yang satu dengan yang lain dalam satu kelompok yang sama.
Selanjutnya Gordon W. Allport mengemukakan bahwa pengertian kepribadian yaitu “personality is the dynamic organization within the individual of those pschopycal systems that determine his unique adjustment to his environment” (kepribadian merupakan organisasi yang dinamis dalam diri individu tentang sistem psikofisik yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungannya.

Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Secara garis besar ada dua faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kepribadian, yaitu faktor hereditas (genetika) dan faktor lingkungan (environment).
Faktor Genetika (Pembawaan)
Pengaruh gen terhadap kepribadian sebenarnya tidak secara langsung, karena yang dipengaruhi gen secara langsung adalah
Kualitas sistem saraf
Keseimbangan biokimic tubuh dan
Struktur tubuh
Lebih lanjut dapat dikemukakan bahwa fungsi hereditas dalam kaitannya dengan perkembangan kepribadian adalah
Sebagai sumber bahan mentah (raw materials) kepribadian seperti fisik, inteligensi dan temperamen
Membatasi perkembangan kepribadian (meskipun kondisi lingkungannya sangat baik/kondusif, perkembangan kepribadian itu tidak bisa melebihi kapasitas atau potensi hereditas ) dan mempengaruhi keunikan kepribadian.
Faktor Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan yang mempengaruhi kepribadian diantaranya keluarga, kebudayaan, dan sekolah
Keluarga
Keluarga dipandang sebagai penentu utama pembentukan kepribadian anak. Alasannya adalah
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak.
Anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga.
Para anggota keluarga merupakan “sicnificant people” bagi pembentukan kepribadian anak.
Faktor Kebudayaan
Kluckhohn berpendapat bahwa kebudayaan meregulasi (mengatur) kehidupan kita dari mulai lahir sampai mati, baik disadari maupun tidak disadari. Kebudayaan mempengaruhi kita untuk mengikuti pola-pola prilaku tertentu yang telah dibuat orang lain untuk kita.
Sekolah
Lingkungan sekolah dapat mempengaruhi kepribadian anak. Faktor-faktor yang dipandang berpengaruh diantaranya sebagai berikut :
Iklim emosional kelas
Sikap dan prilaku guru
Disiplin (tata tertib)

Pola Kepribadian
Elizabeth B. Hurlock (1986) mengemukakan bahwa pola kepribadian merupakan sesuatu penyatuan struktur yang multidimensi, yang terdiri atas”Self-concept” sebagai inti atau pusat grafitasi kepribadian dan “traits” sebagai stuktur yang mengintegrasikan kecenderungan pola-pola respon.
Masing-masing pola itu sebagai berikut :
Self Concept
Dapat diartikan sebagai
Persepsi, keyakinan, perasaan atau sikap seseorang tentang dirinya.
Kualitas persifatan individu tentang dirinya dan
Suatu sistem pemaknaan individu dan pandangan orang lain tentang dirinya
Self-concept ini memiliki tiga komponen yaitu :
Perceptual atau physical self concept
Conceptual atau psychological self concept
Attitidinal yang menyangkut perasaan seseorang tentang dirinya.
Macam-macam self concept
The Basic Self-concept
The Transitory Self-concept
The Social Self-concept
The Ideal Self-concept

Traits (Sifat atau karakteristik)
Traits berfungsi untuk mengintegrasikan kebiasaan, sikap dan ketrampilan kepada pola-pola berpikir, merasa dan bertindak. Sementara konsep diri berfungsi untuk menintegrasikan kapasitas-kapasitas psikologis dan prakarsa-prakarsa kegiatan.
Traits dapat diartikan sebagai aspek atau dimensi kepribadian yang terkait dengan karakteristik respon atau reaksi seseorang yang relative konsisten (ajeg) dalam rangka menyesuaikan dirinya secara khas.

Struktur Kepribadian
Freud membagi struktur kepribadian ke dalam tiga komponen yaitu Id, ean, super ego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara ketiga komponen tersebut.
Id (Das Es). Aspek Biologis Kepribadian
Id merupakan komponen kepribadian yang primitif, instinktif (yang berusaha untuk memenuhi kepuasan instink). Id merupakan sumber energi psikis, maksudnya bahwa id itu merupakan sumber dari instink kehidupan (eros) atau dorongan-dorongan biologis dan instink kematian / instink agresif (tanctos) yang menggerakkan tingkah laku.
Ego (Das Ich) Aspek Psikologis Kepribadian
Ego merupakan eksekutif atau manager dari kepribadian yang membuat keputusan (decision maker) tentang instink-instink mana yang akan dipuaskan dan bagaimana caranya atau sebagai sistem kepribadian yang terorganisasi, rasional dan berorientasi kepada prinsip realitas.
Peranan utama ego adalah sebagai mediator (perantara) atau yang menjembatani antara id dengan kondisi lingkungan / dunia luar yang diharapkan.
Super ego (Das Uber Ich), Aspek Sosiologis kepribadian
Super ego merupakan komponen moral kepribadian yang terkait dengan standar atau norma masyarakat mengenai baik dan buruk, benar dan salah.
KESIMPULAN

Kepribadian (personality) persona yang berarti topeng
Allport mengemukakan bahwa kepribadian adalah personality is the dynamic organization within the individual of those pschopysical systems that determine his unique adjustment to his environment.
Faktor yang mempengaruhi kepribadian adalah faktor genetika (pembawaan) dan faktor lingkungan (environment) yang lebih tertuju pada pengalaman.
Pola kepribadian terdiri dari self concept dan traits
Struktur kepribadian terdiri dari tiga komponen : Id, Ego, dan Super ego.